Definisi
Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi
banyak kegiatan sosial manusia.
Definisi
Sastra
Sastra (Sanskerta: शास्त्र,
shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti
"teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata
dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam
bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan"
atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan
sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar
teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau
abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai
orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi
menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak
banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana
untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Hubungan
antara Budaya dan Sastra
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang serta diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur sistem mulai dari sistem agama,
politik, adatistiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Salah satu hasil dari kebudayaan adalah karya sastra, tetapi secara garis besar
sastra merupakan hasil karya dari individu hanya saja objek yang disampaikan
tidak akan terlepas dari kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Kejelasan lain tentang karya sastra ialah sastra itu
tidak pernah tercipta dari kekosongan. Sastra selalu memiliki latar belakang
untuk menjadi ada. Hasil dari pengolahan kejadian yang melatarbelakangi
terciptanya sebuah karya sastra adalah cerita ataupun kejadian-kejadian dalam
masyarakat. Inilah alasan karya sastra tidak pernah hadir dari kehampaan.
Hubungan yang erat antara sastra dan budaya akhirnya
dapat menghasilkan karya sastra yang memiliki fungsi sebagai pelestari
kebudayaan. Sebuah kebudayaan yang kompleks dapat tercermin dalam sebuah karya
sastra. Jika ditelusuki dengan seksama, maka akan kita ketahui beberapa
pengarang yang telah memasukkan sebuah tradisi dan budaya suatu daerah dalam
karya sastra mereka. Pada khususnya para sastrawan yang memasukkan adat budaya
Jawa didalamnya. Mereka merangkum beberapa kesenian atau pun tradisi-tradisi
kejawen dalam karya-karya sastra yang mereka tulis.
Ketika berbicara mengenai budaya, kita harus mau membuka
pikiran untuk menerima banyak hal baru. Budaya bersifat kompleks, luas dan
abstrak. Budaya tidak terbatas pada seni yang sering kali dilihat dalam gedung
kesenian atau tempat bersejarah, seperti museum. Tetapi, budaya merupakan suatu
pola hidup menyeluruh. Budaya mempunyai banyak aspek yang turut menentukan
prilaku komunikatif. Beberapa orang bisa mengalami kesulitan ketika
berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Hal ini dikarenakan budaya
mempunyai keistimewaan sendiri. Budaya masyarakat satu berbeda dengan
masyarakat yang lainnya sehingga seseorang harus bisa menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya. Kebudayaan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Ada banyak unsur yang membentuknya budaya, termasuk
bahasa, adat istiadat, sistem agama dan politik, perkakas, pakaian dan karya
seni. Bahasa merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling
berkomunikasi, baik melalui tulisan, lisan ataupun gerakan.
Sebagai perwujudan
budaya, bahasa dapat berperan dalam dua hal:
1. Sebagai alat untuk berekspresi ,
berkomunikasi, mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
2. Sebagai alat untuk mengadakan hubungan dalam
pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra) , mempelajari naskah-naskah
kuno dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber :