Sabtu, 26 Maret 2016

BIODATA

Biodata Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri
Teknik Mesin
Universitas Gunadarma
Angkatan 2012

   
Data  Pribadi

1. Nama Lengkap                   : Redha
2. NPM                                   : 26412072
3. Jenis Kelamin                     : Pria
4. Tempat, tanggal lahir          : Jakarta, 31 Oktober 1992
5. Agama                                : Islam
6. Alamat                                : Perum. Bumi Alinda Kencana
            RT/RW                        : 007 / 021
            Desa/Kel                     : Kaliabang Tengah
            Kecamatan                  : Bekasi Utara
            Kab/Kota                     : Bekasi
            Provinsi                       : Jawa Barat
7.  No Telp                              : 021-8876411
8.  Email                                  : edoredha@gmail.com
9.  Hobi                                    : Olahraga
10. Cita-cita                             : Seniman

Riwayat Pendidikan

1. TK                                      :  TK Tri Jaya Bekasi 1998 - 1999
2. SD                                      :  SDN Perwira 1 Bekasi 1999 - 2004
3. SMP                                   :  SMP Seroja Bekasi 2004 - 2007
4. SMA                                  :  SMAN 14 Bekasi 2007 - 2010

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN



Definisi Manusia

            Manusia memiliki peranan-peranan yang unik didunia, dan dapt di pandang dari  berbagai segi. Seperti salah satu contohnya manusia menurut pandangan sosiologi merupakan makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri yang artinya manusia membutuhkan orang lain dalam keberlangsungan hidupnya. Atau dalam ilmu kimia manusia merupakan kumpulan atom yang membentuk jaringan pada sistem yang dimiliki manusia, dan lain sebagainya. Untuk memperjelas dan memperdalam uraian diatas pada pengertian siapa manusia sebenarnya, secara biologis ada unsur-unsur yang terdapat dalam diri manusia, terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

a.       Jasad : Badan yang tampak, dapat diraba, dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat : Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c.       Ruh : Daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
d.      Nafs : Dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

          Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan gagasan yang membentuk suatu kebudayaan.

Definisi Kebudayaan

            Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang  bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :

1.      Wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup.
2.      Wujud sebagai suatu aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi,  berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini  bersifat nyata atau konkret.
3.      Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.


Hubungan Manusia dengan Kebudayaan

            Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana adalah antara manusia dengan peraturan kemasyarakatan. Awalnya manusia yang buat, setelah jadi maka manusia yang harus patuh pada  peraturan yang dibuatnya sendiri. Dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat lepas dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.

            Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialekstis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Dialektis melalui proses tiga tahap, yaitu :

1.      Eksternalisasi, yaitu dimana manusia mengekspresikan dirinya sendiri dengan menbangun dunianya.
2.  Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.  Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatmya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.



      Sumber : Sumber 1





BUDAYA DAN SASTRA



Definisi Budaya

            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

            Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Definisi Sastra

            Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

            Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.

            Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Hubungan antara Budaya dan Sastra

            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur sistem mulai dari sistem agama, politik, adatistiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Salah satu hasil dari kebudayaan adalah karya sastra, tetapi secara garis besar sastra merupakan hasil karya dari individu hanya saja objek yang disampaikan tidak akan terlepas dari kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat.

         Kejelasan lain tentang karya sastra ialah sastra itu tidak pernah tercipta dari kekosongan. Sastra selalu memiliki latar belakang untuk menjadi ada. Hasil dari pengolahan kejadian yang melatarbelakangi terciptanya sebuah karya sastra adalah cerita ataupun kejadian-kejadian dalam masyarakat. Inilah alasan karya sastra tidak pernah hadir dari kehampaan.

            Hubungan yang erat antara sastra dan budaya akhirnya dapat menghasilkan karya sastra yang memiliki fungsi sebagai pelestari kebudayaan. Sebuah kebudayaan yang kompleks dapat tercermin dalam sebuah karya sastra. Jika ditelusuki dengan seksama, maka akan kita ketahui beberapa pengarang yang telah memasukkan sebuah tradisi dan budaya suatu daerah dalam karya sastra mereka. Pada khususnya para sastrawan yang memasukkan adat budaya Jawa didalamnya. Mereka merangkum beberapa kesenian atau pun tradisi-tradisi kejawen dalam karya-karya sastra yang mereka tulis.

           Ketika berbicara mengenai budaya, kita harus mau membuka pikiran untuk menerima banyak hal baru. Budaya bersifat kompleks, luas dan abstrak. Budaya tidak terbatas pada seni yang sering kali dilihat dalam gedung kesenian atau tempat bersejarah, seperti museum. Tetapi, budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya mempunyai banyak aspek yang turut menentukan prilaku komunikatif. Beberapa orang bisa mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Hal ini dikarenakan budaya mempunyai keistimewaan sendiri. Budaya masyarakat satu berbeda dengan masyarakat yang lainnya sehingga seseorang harus bisa menyesuaikan perbedaan-perbedaannya. Kebudayaan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.

            Ada banyak unsur yang membentuknya budaya, termasuk bahasa, adat istiadat, sistem agama dan politik, perkakas, pakaian dan karya seni. Bahasa merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi, baik melalui tulisan, lisan ataupun gerakan.

Sebagai perwujudan budaya, bahasa dapat berperan dalam dua hal:

1.   Sebagai alat untuk berekspresi , berkomunikasi, mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
2.   Sebagai alat untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra) , mempelajari naskah-naskah kuno dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sumber :